Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2018

Seorang Ayah Kandung Tega Pukul Anaknya Hingga Meninggal Dunia

Kriminal, Seorang Ayah Kandung Di Jepara Tega Pukul Anaknya Yang Balita Hingga Meninggal Dunia

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara - Rabu (23/5/2018) Anggota piket Sat Reskrim dipimpin Kanit PPA Sat Reskrim Polres Jepara Ipda Yusuf Setyabudhi, S.H. melaksanakan olah TKP penganiayaan yang menyebabkan AN balita umur 2 tahun warga Ds. Sinanggul 14/03, Kec. Mlonggo, Kab. Jepara meninggal dunia.

Penyebabnya antara lain karena penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka KN (46) yang merupakan ayah kandung korban sendiri.
Ia tega menghabisi nyawa putri sulungnya sendiri dengan menggunakan rekal (meja baca Al-Qur'an) yang dipukulkan ke kepala korban.

Untungnya peristiwa tersebut segera diketahui oleh DN (15) kakak korban yang sekaligus merupakan anak pertama tersangka KN.
Melihat kejadian yang menimpa adiknya, ia pun segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sesaat kemudian mereka berhasil mengamankan KN untuk dibawa ke RSUD Kartini guna menjalani perawatan kejiwaan.

Namun naas dengan kejadian tersebut korban AN yang sempat dibawa ke RSI Sultan Hadlirin Jepara nyawa balita 2 tahun tersebut tidak berhasil ditolong akibat menderita pendarahan hebat pada kepala bagian belakangnya.

Berdasarkan info dari tetangga bahwa tersangka KN sudah lama telah mengidap gangguan jiwa. Sehingga untuk kali ini pihak Sat Reskrim Polres Jepara masih menunggu hasil pemeriksaan pihak RSUD Kartini terhadap pelaku KN.

Untuk barang bukti rekal yang digunakan pelaku menghabisi nyawa putrinya sudah diamankan di Mapolsek Mlonggo.

Sumber
(Humas Polres Jepara)

Senin, 09 Januari 2017

Seluruh siswa SMAN 1 Mlonggo Unjuk Rasa/Demo "Om Lengser OM"


Jepara Update, Seluruh siswa SMAN 1 Mlonggo melakukan aksi unjuk rasa (DEMO) menuntut Kepala Sekolah Gunawan Amrillah supaya dipecat dari jabatan, Senin (9/1/2017).

Kejadian sebelumnya pada Jumat(6/1/2017) lalu,puluhan siswa SMA N 1 Mlonggo siswa yang terlambat dihukum oleh kepsek Gunawan ditengah guyuran hujan deras. Peristiwa itu mengakibatkan belasan siswa pada pingsan kemudian dilarikan ke puskesmas dan dua diantaranya harus dirawat intensif di RSI Sultan Hadlirin Jepara.

Sebelum aksi unjuk rasa/Demo hari ini, pada Sabtu (7/1/2017) ratusan siswa SMA N 1 Mlonggo juga tidak berangkat kesekolah. Hanya sekitar 60 siswa saja yang berangkat kesekolah, namun pihak sekolah kemudian mengambil langkah untuk memulangkan siswa yang sudah berangkat.

Aksi demo yang dilakukan ratusan siswa tersebut dimulai sejak pukul 06:30 wib. Para siswa membawa spanduk dengan bertuliskan berbagai kritikan dan kekecewaan siswa terhadap sikap kepseknya, diantaranya ” OmLengser Om”, ” SMA N 1 Mlonggo Ini Sekolah Negeri Bukan Militer”, serta ada pula yang membuat spanduk yang bertuliskan ” Aturanmu Lucu Kang “, dan yang lainya.

Dalam aksi unjuk rasa ini, juga dilakukan pengumpulan tanda tangan agar Kepala SMAN 1 Mlonggo Gunawan Amrillah lengser dari jabatannya. “Yang Bertanda Tangan Setuju Gunawan Dilengserkan.”
Salah seorang siswi kelas XII Kintan mengatakan, tulisan-tulisan tersebut sudah dibuat sejak Jumat lalu, secara spontan, yang kemudian hari ini diadakan aksi. “Bukan berarti kita mendemo guru, namun dengan aksi ini kita hanya menginginkan perlakuan yang dilakukan oleh kepala sekolah itu bisa dihindari,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, perlakuan kepala sekolah tersebut tak hanya menghukum siswa siswi saat hujan deras seperti kemarin saja, melainkan juga ada perlakuan yang lainnya. “Tahun lalu, ada salah satu danton atau pemimpin barisan upacara tiba-tiba ditendang. Kami juga tak tahu apa alasannya. Padahal yang lainnya tak diapa- apakan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu siswa lainnya.“Dalam dua tahun ini kita sudah diam atas kebijakan yang membuat proses pembelajaran di sekolah menjadi tak nyaman. Tuntutan kami tidak muluk-muluk, yaitu, Pak Gunawan agar tak lagi menjabat sebagai kepala sekolah di tempat kami. Kami ingin ada kegembiraan dan senyum kembali di sekolah ini,” ujar siswa.

Sekda berjanji, dalam waktu sepekan kedepan status Kepsek Gunawan akan jelas. “Hari ini Pak Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat ke provinsi untuk melapor hal ini ke Gubernur. Sebab, kewenangan SMA saat ini kan sudah ada di provinsi. Dalam hal ini, kami hanya melaporkan dan memberikan rekomendasi agar Gunawan tak lagi menjadi Kepala SMA N 1 Mlonggo,” katanya.

Jumat, 06 Januari 2017

Lagi-lagi Pencurian Motor di Desa Bugel Tukwesi


Jepara Update, Kejahatan bisa terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat, tidak terkecuali di tempat ibadah sebagaimana kasus pencurian sepeda motor yang terjadi didesa Bugel Masjid Tukwesi lor dengan korban Bapak Nafek warga Lingkungan Bugel Tukwesi Masjid lor Rt 09/Rw 03, Kelurahan Bugel, Kecamatan Kedung. Sepeda motor miliknya yang terparkir dihalaman masjid raib digondol pencuri pada Rabu (5/01/2017) Jam )4.30 pagi waktu sholat subuh.

Humas Polres Kedung, Achmal sutejo, menuturkan, peristiwa pencurian tersebut terjadi pukul 04.30 WIB. Kejadian bermula saat  korban pergi ke Masjid Tukwesi lor desa Bugel yang jaraknya sekitar kurang lebih 100 meter dari tempat tinggalnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra 125 K 6883 CQ untuk melaksanakan ibadah Sholat Shubuh sesampainya dimasjid sepeda motor yang dikendarai korban diparkir dihalaman Masjid Sudah keadaan dikunci leher namun beribu cara pencuri tetep berhasil membawa kabur motor tersebut. Dan setelah selesai melaksanakan sholat korban keluar masjid menuju tempat sepeda motor miliknya yang diparkir dihalaman masjid tersebut, namun betapa kagetnya sepeda motor sudah tidak ada ditempat semula.

"Setelah sepeda motor dicari cari tidak ketemu akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedung," ungkapnya Jum'at Pagi.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditafsir mencapai Rp.10.000.000, dan polisi mengamankan barang bukti berupa STNK atas nama Bapak Nafek warga Lingkungan Bugel Tukwesi Masjid lor Rt 09/Rw 03, Kelurahan Bugel, Kecamatan Kedung- Jawa Tengah.

"Pelaku masih dalam lidik jajaran Sat Reksrim Polsek Kedung.


Mohon Bantuanya bagi yang tahu ada ciri-ciri khusus didepan ada sticker juc bagi yang tahu bisa langsung hubungi nomer ini 085640252008.

Kamis, 05 Januari 2017

Hukuman Tidak Wajar Di Alami Siswa SMA N1 MLONGGO Jum'at Pagi


Jepara Update, Jum'at Pagi tepat tanggal 6 Januari 2017 dari pihak sekolah mengadakan acara jum'at bersih (kerja bakti) untuk semua murid diharuskan berangkat pagi pukul jam 06:30, berhubung kondisi cuaca pagi tadi tidak mendukung hujan lebat dari tadi, jadi banyak siswa yang banyak terlambat.

Lalu bagi siswa yang terlambat dihukum sampai hujan-hujanan selama 1 jam hampir sampai 2jaman.

Ujar dari siswa ada yang mendengar saat kepala sekolah itu sedang berceramah sampai menyebutkan siswanya sebagai hewan, Entah apa yang ada dipikiran Kepala sekolah SMA N 1 MLONGGO itu,

Selesai Hampir 2jaman siswa yang dihukum dibubarkan setelah mereka (siswa yang tidak kena hukuman) sampai menangis sambil memohon-mohon supaya teman-temanya dihentikan hukuman bagi yang terlambat sekolah jumat pagi.
Dari kejadian bisa dibilang penindasan terhadap murid kondisi yang di alami oleh siswa yang terlambat, banyak siswa yang pingsan karena menggigil kedinginan (termasuk adek kandungku) bahkan juga ada yang sampai di angkut mobil ambulance Sunggug kejam Kejadian ini tak punya prikemanusiaan terhadap murid. "Ujar salah satu kakak dari murid yang dihukum".


Selasa, 27 Desember 2016

Penipuan COD Hp Terbuat dari kramik


Awas Penipuan Modus Baru! Keramik Dijadikan Hape, Waspada Saat COD Gan
Minggu, 25 Desember 2016 13:30


Facebook Agoes Elja
Hape dari keramik 
Laporan Wartawan Rifan Aditya

Jepara Update- Banyak sekali modus penipuan yang marak sekarang ini.
Bahkan di zaman yang sudah digital seperti sekarang ini justru modus penipuan juga ikutan semakin canggih saja.

Belum banyak yang mengetahui modus penipuan baru ini.

Modus penipuan ini menggunakan bahan material yang tidak terduga sebelumnya.
Tribun Style mendapatkan kabar dari akun Facebook bernama Agoes Elja yang memposting di grup Info Cegatan Jogja.

Kemarin (24/12/2016) Agoes memposting sebuah kabar dengan foto yang memperlihatkan sebuah handphone berwarna putih yang sudah pecah.
Namun bagian belahan handphone tersebut ketika dibuka ternyata isinya adalah keramik.
Begini tulis Agoes dalam postingannya tersebut:

"Ati" lur dulur q kbeh..saiki no jkt neko" wae golek dwit kramik we iso disulap ddi hp dg modus gendam atau hipnotis pagi td tmn q kna modus kyk gne..semoga bsa bwt pembelajaran bwt kita semua n bisa berhati hati lg dg orang yg blm qta knl"

"Hati-hati saudara semua..sekarang di Jakarta neko-neko orang cari uang, keramik bisa disulap jadi HP, dengan modus gendam atau hipnotis. Pagi tadi teman saya kena modus seperti itu..semoga bisa baut pembelajaran untuk kita semua dan berhati-hati lagi dengan orang yang belum kita kenal"


Hape dari keramik/Facebook Agoes Elja
Kejadian malang ini dialami oleh teman Agoes.
Awalnya dia membeli secara COD dengan penjual handphone berwarna putih tersebut.
Saat dicoba waktu ketemuan itu masih bisa tapi ketika sudah dibawa pulang ternyata malah seperti itu.

Penipuan handphone dari keramik/Facebook Agoes Elja

"Modusnya ada orang mau jual HP tapi yang diberikan ya seperti itu HP nya. Tapi si korban tak tanya katanya pas dicoba bisa normal kayak HP pada umumnya. Tapi setelah beberapa waktu baru sadar ternyata HP nya kayak gitu..Kata si korban kayak orang kena hipnotis" begitu cerita Agoes Elja.
Postingan itu telah mendapat lebih dari seribu like di grup Info Cegatan Jogja dan lebih dari 150 komentar.

"Waedan... Kreatif jane... Neng nggo tujuan elek... Ckckck" kata Henry.
"ini gak pake gendam pemirsa. ini pas COD dia pake hp asli . lalu pas deal dia izin mau ganti kartu saat itulah ditukar lalu dikembalikan dan buru buru pergi" kata Jaya Sampurna.
"Sko beras plastik,tv triplek saiki hp kramik....gek ssk op mneh lur" kata Jarot Demian Sasongko.
"Wui mirip tenan yo, Mesti kui di cas ora urip, Di pejet pejet ora urop, Di ganti batre ora urip, Saking jengkel e di banting, Eh ternyata" kata Aryo te Mangsang.

"Mesakke sing kapusan. Tp ngguyu.. kok kreatif penipu nya.." kata AmiPrasetyo
Waspada saat melakukan pembelian barang ya guys, apalagi kamu memilih COD.



Selasa, 20 Desember 2016

Modus Pencuri Hp Penjual Coklat diPengkol Jepara


Memang banyak cara yang dilakukan oleh pelaku kriminal untuk mengelabuhi korbannya, salah satu modus yang dilakukan oleh pelaku kriminal. Awalnya Pelaku ini hanya sekedar membeli cilok yang dijual oleh mbaknya yang jualan tepat didesa pengkol jepara.

Kata Mas Ahmad Huda yang melaporkan dan share disosial media Modus pencuri hape mbak penjual choclate yang membawah kabur hape mbaknya (tipe hp xiomi redmi note 3) pelaku ini berciri-ciri Pakai motor vario 125, membawa helm standard honda, Masih muda ada Jerawat Cekung2.

Kronologi kejadian tepat Selasa siang jam 12.25 dicoklat pengkol jepara , saat kejadian awalnya tersangka membeli cilok saat mengambil ciloknya tersangka langsung duduk dikursi, waktu duduk dikursi kebetulan hape mbaknya masih ada disitu, Mbaknya penjual cilok gak tau kenapa tiba-tiba hapenya sudah berada dibenaknya setelah ciloknya dikasih hapenya juga ikut diambil.

Begitulah modus pencuri hape simbak, pelaku langsung menyikat barang berharga milik korban. Selasa 20 Desember kemarin, pelaku mencuri HP milik Penjual cholate di Dusun Pengkol Jepara. 

Akibat perbuatannya itu, Modus Pencuri hape si penjual cholate/cilok Dilaporkan ke Kapolsek Jepara. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 12.25 wib, 

Laporan Dari Ahmad Huda

Selasa, 06 Desember 2016

Akhirnya 6 Remaja Alay Jepara lecehkan sholat Diamankan Polisi


Jepara update– Gara-gara melecehkan gerakan salat, akhirnya 6 remaja alay Jepara diamankan polisi. Sebelumnya, foto-foto mereka muncul di media sosial. Remaja salat di atas sepeda motor, dan lainnya di belakangnya. Gambar-gambar yang diunggah memicu reaksi beberapa netizen karena foto tersebut dinilai sangat melecehkan salat.

Beberapa gambar di antaranya menunjukan :
  • satu orang salat dengan berdiri di atas dua sepeda motor, 
  • dan empat orang lainnya menirukan salat di belakangnya di jalan. Yang meniru menjadi imam, bertelanjang dada, mengenakan celana pendek saja sambil mengenakan peci warna cokelat.
  • Sementara empat orang yang menirukanya tiga orang mengenakan pakaian sopan, 
  • dan satu orang mengenakan baju terbuka. Mereka layaknya salat  berjamaah. Diduga mereka melakukannya di wilayah Jepara.
Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin dikonfirmasi kasus ini oleh Jepara Update, belum memberikan keterangan. Dihubungi melalui saluran WA dan juga ditelepon, Samsu tak juga mengangkat meski teleponnya aktif.

Dikutip langsung, Samsu menjelaskan, pihaknya telah menemukan enam remaja itu. “Kami langsung temukan enam remaja. Kita datangi rumahnya,” kata Samsu, Selasa (6/12/2016).

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suwarsono mengatakan, polisi mendatangi rumah remaja berinisal KM,  Senin (5/12/2016) malam. Polisi meminta KM untuk mengumpulkan lima lainnya.

Ternyata, mereka merupakan rekan satu sekolah, dan juga satu kampong. “Mereka itu satu sekolahan, satu kampung juga. Ketemu satu terus saya minta kumpul di salah satu rumah seperti gambar diatas. Orang tua mereka sangat kaget,” tandas Suwarsono.

Para remaja ini harus tanggung tersebut adalah KM (15), MA (16), MJ (15), MS (15), RK (16), dan DC (16). Mereka kemudian dimintai keterangan di Mapolres Jepara dan dilakukan apel serta pembinaan.

Kepada polisi, mereka mengaku hanya gaya-gayaan dan bermaksud agar terkenal maksut mereka hanya bercanda belaka. Namun mereka mengakui tidak bermaksud melecehkan agama Islam yang sebenarnya juga mereka anut itu.

“Mereka mengaku hanya iseng, ingin foto dan terkenal. Mereka bilang tidak tahu dampak perbuatan mereka. Masih kecil-kecil mereka, ditanya jawabannya polos,” ucapnya.

Foto tersebut mereka ambil sepekan lalu setelah berwisata di Pantai Kartini Jepara. Di jalan, lima orang berpose dan satu orang mengambil foto. Remaja berinisial KM kemudian mempostingnya hari Senin (5/12) kemarin dengan caption “ws gaul th durung gan….? #gila” dan ternyata menjadi viral.

lihat gambar dibawah ini:

Setelah itu polisi melakukan tindakan agar tidak terjadi keresahan. Setelah dilakukan pemeriksaan, para remaja itu dipulangkan namun wajib apel setiap hari Senin dan Kamis sembari diberikan pembinaan.

“Senin dan Kamis wajib apel untuk pembinaan. Yang penting sekarang masyarakat tahu mereka tidak punya tujuan jahat. Masyarakat tidak perlu resah,” 

Senin, 05 Desember 2016

PENISTAAN AGAMA ISLAM DIKOTA JEPARA



Maraknya disatu sisi telolet lagi buming di jepara, di satu sisi serasa ingin jadi artis bak pejabat ahok.
mungkin karena terinspirasi dari kasus ahok, dan juga luput dari perhatian orang tua dalam hal agama sehingga kesadaran diri tentang keyakinan tauhidnya pun sedikit goyah (owah :jawa.red)
dilihat dari kasusnya mereka sepertinya belum mengenal TAUHID meskipun sekolah mereka berbasis MA.
bagi orang tua dan pengajar diharap lebih memerhatikan aqidah anak-anak mereka, setelah kasus seperti ini apakah kita menjadi semakin sadar ataukan hanya menyalahkan satu pihak atau hanya acuh?
ini adalah cambukan kesekian kali buat kota kita, marilah kita benahi bersama sama.

Sejumlah foto yang menampilkan lima remaja sedang mempraktikkan gerakan salat dengan cara tak lazim menghebohkan dunia maya. Foto itu diunggah pemilik akun Facebook bernama Wahyu Riyanto pada Senin, 5 Desember 2016, sekitar pukul 10.00 WIB.

Di dalam foto itu, salah satu remaja berdiri di posisi imam menampilkan gerak takbiratul ihram di atas dua sepeda motor. Si 'imam' saat itu sengaja bertelanjang dada.

Di belakang remaja tersebut, tiga remaja mengenakan pakaian lengkap dengan peralatan salat seperti peci dan sarung. Sedangkan, satu remaja lainnya hanya mengenakan pakaian lengkap.

Bersamaan dengan mengunggah foto tindakan tidak pantas itu, pemilik akun bernama Wahyu Riyanto juga menuliskan keterangan yakni, "Plat K berarti area Jateng, becandanya gak lucu ngene ki do lapo‎ (lagi ngapain)".


Setelah diunggah ke Facebook, foto aksi tidak lazim itu dengan cepat menjadi viral dan memancing komentar bernada negatif. Hingga pukul 22.15 WIB kemarin, foto itu sudah dibagikan lebih dari 1.300 pengguna Facebook dengan hampir 200 komentar dan sampai sekarang pun masih rame.

"Harus dicari dan ditindaklanjuti itu, pelecehan agama kok semakin menjadi, hukum Indonesia terlalu lemah," tulis pemilik akun Facebook bernama Riyahayu Putri Senja mengomentari unggahan foto itu.


"Tangkap saja, salat bukan lelucon," tulis pemilik akun bernama, Adam Agis Aira Widodo menimpali.

Sekarang sudah diamankan dipolsek pecangaan supaya menerima teguran dan hukuman atas tindakan yang mereka buat, sampai mereka kehilangan moralnya, hanya sekedar esksistensi yang buta.

memang tidak menentukan kita sekolahnya dimana Berbasis MA/atau bukan, tinggal kitanya atau juga dari perhatian orang tua itu yang sangat penting.

Mungkin ini hanya sebuah teguran bukan hanya untuk pelaku ini tapi juga untuk semua warga jepara supaya memperhatikan lagi dan tidak terjadi kasus seperti ini lagi.

Menurut pelaku ini mungkin sebuah guyonan, tapi kalau sudah seperti ini sangat kelewatan bukan, sebelumnya sudah ada salah satu temanya yang mengingatkan tapi apa daya syaitan telah menglabuinya.

do.akan bersama supaya diluruskan...

Rabu, 30 November 2016

Demo Ribuan Warga Tuntut Tidak Ada Pungli di Perhutani Pati

Ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perhutani Pati, Kamis (01/12/2016). (Jepara Update)

Jepara Update, Pati – Demo Ribuan Warga Tuntut Tidak Ada Pungli di Perhutani Pati, Ribuan warga yang tergabung dari Desa Wedusan, Ngarengan, Gesengan, Puncel dan Grogolan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perhutani Pati, Kamis (01/12/2016). Mereka menuding ada pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum perhutani Pati.

Dalam orasinya, mereka menyebut ini oknum Perhutani melakukan pungli senilai Rp 4,3 juta per hektare. Hal itu yang disebabkan dianggap warga sebagai tindakan pemerasan, karena tidak pernah dilakukan sosialisasi sebelumnya. “Pak Jokowi, tolong usut pungli di Perhutani Pati,” begitu bunyi salah satu spanduk tuntutan warga.

“Untuk saat ini, pemerintah sedang memberantas pungli. Tetapi, kenapa Perhutani malah melakukan pungli kepada petani yang menggarap lahannya? Anak buahmu ada yg menghianati Perhutani. Di sini ada markusnya, tunjukkan hidungmu,” ujar Mujib, salah satu orator aksi unjuk rasa.

Abdurrahman, koordinator aksi menambahkan, warga menuntut agar kasus pungli atau pemerasan yang dilakukan oknum Perhutani supaya dihentikan. Pasalnya, pungli yang dilakukan oknum disebut tidak memiliki dasar hukum.

“Aturan itu telah dibuat main-main oleh mereka yang punya kepentingan. Perhutani terkesan disetir oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) di bawah Perhutani yang mengatasnamakan Tim Pendamping Masyarakat (TPM). Yang penting saat ini, petani bisa menggarap lahan Perhutani tanpa ada intimidasi,” Ulasanya.

Untuk sementara itu, Kepala Administratur KPH Pati, Dadang Ishardianto mengaku tidak ada pungli yang dilakukan Perhutani. “Saya malah pengen segera diumumkan siapa yang melakukan pungli. Kalau ada, saya orang pertama yang menghukumnya. Sebab, Perhutani saat ini sedang berbenah,” ungkapan Dadang.

Setelah usai melakukan aksi unjuk rasa (demo) di depan Kantor Perhutani Pati, massa bertolak ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Mereka ditemui Jajaran Komisi B DPRD Pati untuk melakukan audiensi. Mereka berharap, wakil rakyat bisa memberikan solusi terkait dengan persoalan yang tengah dihadapi warga ini.

Selasa, 29 November 2016

Tentara Asal Blora Ini Tertangkap Colong Motor 13 Kali di Grobogan Kudus

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap petugas, saat gelar perkara di mapolres, Selasa (29/11/2016). (Koran Muria/Dani Agus)
dan saat ini diamankan di mapolres guna barang bukti aksi kejahatan pelaku. (Koran Muria/Dani Agus)
Berita Kudus Grobogan: Tentara Asal Blora Ini Tertangkap Colong Motor 13 Kali di Grobogan Kudus – Kelompok pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di Kabupaten Grobogan, ternyata dilakukan oleh oknum tentara yang berasal dari Kabupaten Blora. Akhirnya Keduanya berhasil ditangkap setelah belasan kali beraksi.

Tertangkapnya dua orang pelaku ini, setelah penyelidikan yang cukup lama oleh aparat Satreskrim Polres Grobogan. Total ada tiga orang pelaku yang berhasil ditangkap, dari jaringan curanmor di wilayah tersebut.

Ketiga orang itu, mempunyai peran yang berbeda-beda. Dua orang sebagai pemetik, sedangkan satu orang lagi penadah hasil pencurian. Dan kagetnya lagi, dua orang yang bertindak sebagai pencuri itu adalah angota tentara dari Kabupaten Blora.

Satu orang atas nama Agus Setiawan alias Pedro, (34), warga Randublatung, Blora. Pria ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. Sedangkan satu lagi adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini bahkan tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat serda, dan masih bertugas di Kodim Blora.

Dan satu orang lagi adalah Ahmad Faizin alias Joker Moto Kucing, (32), warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, yang bertindak sebagai penadah. ”Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI, sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, pada Selasa (29/11/2016).

Terungkapnya kelompok pelaku curanmor itu, berawal dari tertangkapnya Pedro pada pertengahan November lalu. Saat itu, yang bersangkutan melintas di Jalan A Yani, Purwodadi.

Bahkan, dalam penyergapan setelah penyelidikan yang cukup lama itu, petugas terpaksa menembak kaki kanan Pedro, lantaran mencoba kabur. ”Dari penangkapan Pedro, akhirnya muncul beberapa nama lainnya, yang akhirnya berhasil di amankan,” katanya.

13 Kali Beraksi ke Warga grobogan, menggunakan Kunci T dengan Waktu Kurang dari Satu Menit.

Dalam gelar perkara yang dilaksanakan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, terungkap bahwa kelompok pelaku curanmor di wilayah hukum Grobogan, ternyata sudah beraksi sebanyak 13 kali. Itu yang diakui para tersangka kepada petugas kepolisian.

”Ketigabelas lokasi itu, semua tempat yang disasar pelaku, berada di kawasan Kota Purwodadi. Keduanya mengincar kendaraan bermotor yang terparkir di tempat sepi,” jelasnya kapolres.

Saat beraksi, kedua pelaku menggunakan kunci T. Mereka juga tidak membutuhkan waktu lama saat melakukan tindak kejahatan itu. ”Kurang lebih dari satu menit, mereka sudah berhasil membawa kabur motor korbannya,” ujarnya.

Menurut kapolres, selain mengamankan tiga pelaku pencuri ini yang terlibat kasus curanmor di wilayahnya, anggota juga berhasil mengamankan sembilan motor berbagai jenis dan merek, yang diduga hasil kejahatan.

Saat ini, barang bukti motor sudah diamankan di Mapolres Grobogan. ”Dari 13 kali beraksi di Grobogan, kami saat ini telah berhasil mengamankan 9 unit kendaraan dari tangan mereka. Untuk barang bukti lainnya, masih kita telusuri lebih lanjut,” jelasnya.

Terkait dengan penangkapan tiga pelaku curanmor, kapolres meminta warga yang merasa kehilangan sepeda motor, supaya mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi motor warga yang hilang, ada di antaranya yang merupakan barang bukti hasil kejahatan, yang berhasil disita dari tangan pelaku.

Kapolres menjelaskan, bagi warga yang merasa pernah kehilangan sepeda motor, agar bisa datang ke mapolres. ”Siapa tahu sepeda motornya ada diantara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita sita dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus sepeda motor yang hilang, kapolres menegaskan jika warga tidak dibebani biaya. Namun, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan, dan bukti kepemilikan sepeda motor.

”Silakan datang ke mapolres, nanti akan didampingi petugas kami untuk mengecek apakah ada motornya atau tidak. Dan semua proses tidak dikenakan biaya, asalkan menunjukkan surat laporan kehilangan dan bukti kepemilikan sepeda motornya,” imbuh kapolres.

Sedangkan terkait dengan para pelaku, kapolres mengatakan jika mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dan pasal 480 KUHP tentang penadahan.



Akhirnya Pembunuh Debt Collector di Bantrung Dibekuk Polisi


JEPARA Update – Akhirnya Pembunuh Debt Collector di Bantrung Dibekuk Polisi -Pembunuh berencana sangat sadis Andik Yulianto (26), pria telah ditemukan tewas dengan penuh luka tusuk di Desa Bantrung Batealit pada 20 November lalu, akhirnya berhasil dibekuk Polisi. 
Andik Yulianto, merupakan warga Desa Bulungan Pakis Aji yang diketahui bekerja sebagai debt collector.
Bukan hanya meregang nyawa, Tapi para pelaku juga sempat melakukan tindak kekerasan kepada rekan Andik yakni Ridwan (25) warga Ngasem Batealit hingga harus dirawat intensif di RSUD Kartini Jepara.

Tigapelaku yang sempat diburu polisi dan kini akhirnya berhasil diamankan polisi adalah Kuswo alias Kus, warga Desa Kedungleper Kecamatan Bangsri, Taufikur Rochman warga Desa Bangsri Kecamatan Bangsri dan Sofyan Dwi Sunarso warga Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo.

” Dua pelaku kami tangkap pada Sabtu 26 November lalu, dan seorang tersangka kami amankan dihari Senin ini,” kata Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin kepada wartawan saat konfrensi pers di Mapolres Jepara, Senin (28/11) .

Lebih lanjut Samsu mengatakan, terkait peran dan motif dari masing- masing pelaku, pihaknya mengaku masih perlu melakukan pendalaman kasus tersebut. Awal mula terjadinya pembunuhan terjadi usai menyaksikan pertunjukan orkes dangdut. Dimana, Ketika korban dan para pelaku beriringan mengendarai sepeda motor dan terjadi saling srempet.

” Tersangka Kuswo yang mengendarai motor Vega disrempet oleh korban Andik yang memboncengkan Ridwan, lalu Kuswo memperingatkan Andik supaya naik motor pelan-pelan, namun korban tidak menerimakan dan menendang motor Kuswo hingga keduanya terjatuh,” Jelasnya.

Lebih lanjut Samsu menerangkan, korban Andik menendang motor Revo yang dikendarai oleh Taufik dan Sofyan hingga jatuh. Usai terjatuh inilah aksi saling pukul terjadi.

“Senjata tajam yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk korban sebenarnya justru milik korban Andik, namun karena kalah saat berkelahi akhirnya senjata tajam itu dikuasai oleh pelaku dan digunakan untuk menusuk korban. Setelah kedua korban terluka,ketiga pelaku melarikan diri meninggalkan kedua korban,” ujar Kapolres.

Kini para pelaku diamankan di mapolres Jepara dan dikenai pasal 170 KUHPdan pasal 351 KUHP tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama dimuka umum yang menyebabkan matinya seseorang dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Jumat, 25 November 2016

Kasus Pembunuhan Berencana di Bantrung Dalam Penyelidikan Polisi


JEPARA Update– Kasus pembunuhan berencana yang menyebabkan seorang tewas dengan luka penuh tusukan dan bersimbah darah yakni Andik Yulianto (26) warga Desa Bulungan Pakis Aji dan seorang korban kritis yakni Ridwan (25) warga Desa Ngasem Batealit yang terjadi Minggu (20/11) kemarin, di Desa Bantrung Kecamatan Batealit Jepara masih dalam penyelidikan anggota kepolisian.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana menyampaikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Namun, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif pembunuhan tersebut serta siapa pelakunya masih dalam penyelidikan polisi.

” Ada tiga orang saksi yang sudah kami periksa. Dari pernyataan saksi pelaku kemungkinan ada 6 orang, namun siapa saja pelakunya kami belum bisa menyimpulkan dan saat ini para pelaku masih dalam pengejaran anggota,” ungkapnya pada Senin (21/11).

Sementara itu, hasil dari pemeriksaan dan otopsi yang dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah, AKBP Sumy Hastry Purwanti di RSUD Kartini Jepara menyampaikan, Korban Andik Yulianto mengalami luka tusukan di bagian rusuk bagian belakang sebelah kiri. Luka sobek juga terdapat di telapak tangan sebelah kanan serta belakang telinga sebelah kiri. Serta ada luka ringan dibeberapa bagaian tubuh lainnya.

” Hasil pemeriksaan dugaan kuat korban meninggal dikarenakan adanya luka tusuk ditubuhnya dengan kedalaman sekitar 13 cm,” pungkasnya.

Sedangkan salah satu korban bernama Ridwan saat ini masih belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Karena masih dalam kondisi kritis dan juga penuh dengan luka. Saat ini masih dalam penanganan intensif di Unit Gawat Darurat ( UGD ) RSUD Kartini Jepara.


Up